Dijawab oleh: Fadhilatus-Syaikh Al Allamah Abdurrahman bin Nashir Al Barrak Hafidzahullah

Pertanyaan:

Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang teman seputar dua pemuda muslim yang masuk ke tempat peribadatan orang Budha. Lalu orang yang menjadi penjaga di situ atau pengurusnya minta agar mereka menyerahkan uang kepada berhala. Dan ketika itu saya mengisahkan ini kepadanya sebatas minta perhatiannya atas yang diperbuat oleh anak muda kita. Lalu temanku ini berkata, “Kalau aku disitu tentu aku berikan uang itu, aku tidak biarkan dia membunuhku.” Ucapannya benar-benar telah mengherankanku. Lalu aku bilang kepadanya, “Apa kamu rela menyekutukan Allah?! Dia menjawab bahwa ia terpaksa dan darah seorang muslim mahal. “Apa pantas aku dibunuh hanya karena seperempat riyal?! Lalu aku ceritakan kepadanya kisah orang yang menyerahkan kurban seekor lalat, tapi dia malah marah dan berkata: “Apa kamu mengkafirkanku?” Lalu seorang teman yang lain menimpali, “Aku pernah memasuki tempat ibadah orang Budha dengan upah.” Apa pendapatmu tentang hal ini dan bagaimana membantahnya?!

Jawaban:

Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Wa ba’du;

Tempat ibadah orang kafir hampir tidak ada yang selamat dari unsur-unsur kesyirikan, dalam ucapan, perbuatan dan simbol-simbol seperti gambar dan patung-patung. Maka tidak boleh masuk ke dalamnya sekedar untuk lihat-lihat dan pelesir. Karena semua itu termasuk zuur (kebohongan) yang telah Allah Ta’aala kabarkan;

وَالَّذِينَ لا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَاماً

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.(QS. 25:72)

Dan Allah Ta’aala berfirman;

فَاجْتَنِبُوا الرِّجْسَ مِنَ الْأَوْثَانِ وَاجْتَنِبُوا قَوْلَ الزُّورِ حُنَفَاءَ لِلَّهِ غَيْرَ مُشْرِكِينَ بِهِ

…maka jauhilah olehmu barhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan yang dusta. dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. (QS. 22:30-31)

Maka bagaimana jiwa seorang muslim bisa tenang untuk memasuki tempat-tempat ini, dimana disitu Allah dimaksiati, disekutukan (dengan ciptaan-Nya sendiri) dan dihinakan. Kemudian dia tidak marah karena Allah, atau marah tanpa mampu merubah dan mengingkari. Padahal dimaklumi bahwa orang-orang yang memasuki tempat-tempat seperti ini tidak ada padanya kepentingan berdakwah dan mengingkari, bahkan kecemburuannya mati, lemah bara’ah-nya dari musyrikin dan kesyirikan mereka. Mereka tidak meneladani Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, seperti yang Allah firmankan;

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُر ءَآؤاْ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:”Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. (QS. 60:4)

Ulama berbeda pendapat tentang hukum shalat di gereja orang Kristen. Mayoritas mereka berpendapat tidak sah shalat disana. Dan diantara mereka (yang berpendapat demikian) mensyaratkan apabila terdapat disana gambar. Tapi biasanya tempat-tempat itu jarang yang selamat dari gambar pembesar-pembesar mereka dan sesembahan-sesembahan mereka seperti salib dan yang semisalnya.

Maka wajib bagi seorang muslim untuk bertakwa kepada Allah dan mencukupkan diri dalam jalan-jalan dan bersenang-senangnya dengan yang dibolehkan oleh Allah saja. Itu sudah mencukupi tanpa harus jatuh kepada yang haram. Dan dengan sikap seperti ini seorang muslim memiliki tamyiz (pembeda) dan benar kesetiaannya kepada Islam.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan keluarganya.

20/11/1425

Sumber: http://ar.islamway.net/fatwa/37101/%D8%AF%D8%AE%D9%88%D9%84-%D9%85%D8%B9%D8%A7%D8%A8%D8%AF-%D8%A7%D9%84%D9%83%D9%81%D8%A7%D8%B1-%D9%84%D9%84%D9%85%D8%B4%D8%A7%D9%87%D8%AF%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%B7%D9%84%D8%A7%D8%B9

 

Diterjemahkan:

21-7-2015

  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *