Ahad, 16 November 2014

Sabtu siang kemarin Asy-Syaikh Abdurrahman bin Mar’i Al Adeni mengeluarkan keputusannya untuk semua pelajar asing agar segera kembali ke negaranya masing-masing dan meninggalkan Markaz Darul Hadits di Fuyuz, Lahj. Hal ini beliau tempuh setelah diminta pihak pemerintah dengan alasan keamanan saat ini.

Menurut sumber terpercaya di Markaz, Asy-Syaikh Abdurrahman dihubungi seorang pejabat pemerintahan yang menyampaikan atasnama Presiden Abdurabbih Manshur Hadi dan Menteri Pertahanan Mahmud Subaihi serta Menteri Dalam Negeri Jalal Ar-Ruwaisyan, bahwa ketiganya mengeluarkan keputusan meminta semua pelajar asing yang sedang belajar di Markaz Darul Hadits di Fuyuz untuk meninggalkan tempat tersebut dan kembali ke negaranya masing-masing.

 

Sumber tersebut menambahkan, bahwa keputusan ini keluar setelah ada sebagian pelajar asing dan Yaman disana yang membangkang tidak menuruti permintaan Asy-Syaikh untuk tidak pergi menghadiri ceramah sebagian da’i yang mengajak kepada jihad dan menyeret Ahlussunnah ke kancah perang.

Ia menambahkan, bahwa da’i yang dimaksud adalah dai yang mengajak melawan kepada ulama Yaman dan membangkang dari mentaati mereka. Dai ini mengajak para pemuda di Yaman untuk berjihad dan membangkang kepada ulamanya dan tidak mentaati perintah mereka.

Sebelum keluarnya keputusan ini, Asy-Syaikh sempat dikabari oleh sumber pemerintah akan adanya pergerakan (harakah) dari sebagian muridnya yang tidak disukai pemerintah. Sumber permerintah ini menyebutkan mereka adalah pelajar asing yang datang dari Prancis, Amerika, Kanada, Aljazair, Indonesia dan negeri lainnya akibat seringnya mereka mendatangi ceramah-ceramah da’i-da’i yang mengajak berjihad. Dimana salah seorang da’i tersebut mengajak untuk bermaksiat kepada ajakan apa pun yang menyurutkan semangat mereka untuk berjihad di Yaman dengan alasan bahwa jihad adalah wajib atas mereka karena mereka telah berada di lingkungan yang meliputi mereka sekarang ini di Yaman.

Dari sini Asy-Syaikh mulai melarang pelajar asing untuk keluar dari Markaz kecuali dengan izinnya. Tapi pada hari Jum’at kemarin lusa pada waktu asar Asy-Syaikh dikagetkan dengan ulah-ulah pelajar asing dan sebagian pelajar Yaman yang melanggar keputusannya. Mereka menyewa 2 buah bus untuk pergi menghadiri ceramah di Aden. Mendengar berita ini, Asy-Syaikh segera bergegas menghalangi mereka dan memanggil pihak keamanan Markaz dan menurunkan semua yang ada di bus. Lalu setelah kejadian ini, sebagian pelajar tetap berusaha pergi menghadiri ceramah di Aden dengan menumpang kendaraan pribadi, sampai Asy-Syaikh menghubungi pos penjagaan pusat yang memasuki kota Lahj untuk memberhentikan mereka disana dan mengembalikan mereka ke Markaz.

Lalu pada pagi Sabtu kemarin, datang pimpinan keamanan pemerintah ke Markaz menemui Asy-Syaikh membicarakan perihal keberadaan para pelajar asing disitu. Dan setelah shalat dhuhur di hari yang sama Asy-Syaikh berbicara dihadapan murid-muridnya dan mengabarkan bahwa presiden dan Menteri Pertahanan dan Menteri Dalam Negeri malam kemarin telah mengeluarkan keputusannya untuk memulangkan semua pelajar asing ke negeri mereka tanpa penolakan. Dan Asy-Syaikh menyambut permintaan itu dan mengatakan bahwa diantara pokok ajaran Ahlussunnah adalah mendengar dan taat kepada pemerintahnya dalam perkara yang baik.

 

Sumber: http://adenalghad.net/news/133345/

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *