Soal:

Jika seorang telah meninggal dunia, apakah ia langsung menuju surga atau neraka, atau menetap di dalam kuburnya hingga hari kiamat? Kami mohon penjelasan tentang hal ini disertai tambahan maklumat seputarnya. Terimakasih.

Jawab:

Jasad mayit menetap di tempat ia dikuburkan hingga hari kiamat. Allah berfirman: “Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka” (Q.S. Yāsīn 51), juga berfirman: “Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.” (Q.S. al-Mu`minūn 100).

Berdasar dua ayat tadi, maka jasadnya tetap di dalam kubur. Adapun ruhnya, boleh jadi berada di surga atau di neraka. Allah berfirman: “(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salāmun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.” (Q.S al-Nahl 32)

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa ucapan para malaikat dituturkan pada saat wafat. Berarti orang-orang itu memasuki surga di hari kematian mereka. Tentunya ini hanya terjadi bagi ruh mayit, bukan untuk badannya. Telah valid dari Nabi ṣallallahu ‘alaihi wasallam: “Seorang mayit di dalam kuburnya, jika ia adalah seorang mukmin, maka akan dibukakan baginya sebuah pintu menuju surga, dari situ ia dapat merasakan kedamaian dan kenikmatannya. Sedangkan si kafir, maka ruhnya akan dihempaskan ke dalam azab.” Allah mengisahkan tentang Firaun dan para pengikutnya, “Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah (adkhilū) Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras”. (Q.S. Gāfir 46), ada model pembacaan (qirā`ah) lain dalam penggalan dari ayat tadi: “Dan pada hari terjadinya Kiamat, Firaun dan kaumnya dimasukkan (udkhilū) ke dalam azab yang sangat keras”.

Allah juga telah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas?” (Q.S. al-Nisā` 97)

Firman Allah lainnya: “Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata): “Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar”, (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya.” (Q.S al-Anfāl 50-51)

Inilah dalil yang menunjukkan bawah mayit mukmin akan menerima balasannya di surga dari sejak hari kematiannya, sedang mayit kafir akan menerima siksa di neraka dari sejak kematiannya. Ini berlaku bagi ruh keduanya. Adapun badan mereka, terus menetap di dalam kubur hingga hari kiamat. Sesekali dihubungkan dengan ruhnya untuk merasakan azab atau kenikmatan, sebagaimana divalidasi oleh sejumlah hadis.

Syaikh Muhammad ibn Ṣālih al-Uṡaimīn. Semoga Allah merahmati beliau dengan rahmatNya yang luas.

 

Alee Masaid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *