Pertanyaan 1:

Apa aturan dalam perkara takfir mu’ayyan? Karena sebagian ulama mengatakan; Person tertentu tidak dikafirkan meskipun dia Yahudi sampai diketahui ia mati diatas kekufuran.

Jawab:

Ini ngawur, hanya kepada Allah kita berlindung. Orang kafir dikafirkan. Orangnya dihukumi sebagai kafir. Barangsiapa menampakkan kekufuran, ia dihukumi kafir. Barangsiapa menyekutukan Allah, ia dihukumi sebagai musyrik. Tapi tidak dipastikan masuk neraka. Disana ada perbedaan antara memastikan (person tertentu) di neraka dengan menghukuminya sebagai kafir. Kamu hukumi orang ini sebagai kafir sesuai perbuatannya. Adapun di akhirat, kamu jangan menghukumi person tertentu bahwa dia termasuk penghuni neraka. Karena bisa jadi dia taubat sedangkan kamu tidak tahu. Atau wafat setelah bertaubat dan kamu tidak tahu. 

Maka orang yang bicara seperti ini mencampuradukkan antara dua perkara. Mencampuradukkan antara perkara takfir dengan perkara hukum di neraka terhadap person tertentu.

Pertanyaan 2: 

Orang Yahudi dan Kristen, apakah mereka dikafirkan secara umum atau personal satu persatu?

Jawab:

Mereka dikafirkan secara umum dan secara personal satu persatu. Semua Yahudi dan semua Kristen kafir. Tapi jangan campuradukkan antara menilai mereka sebagai kafir dengan memastikan mereka di neraka sesudah mati. Nasibnya di akhirat, perkara ini kembali kepada Allah, kamu tidak tahu.

Pertanyaan 3:

Apakah semua yang kita nilai kafir, berarti di akhirat tempatnya di neraka?

Jawab:

Kamu sudah dengar jawaban akan perkara ini. Perkara akhirat kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’aala. Orang kafir secara umum di neraka, tidak ada keraguan akan hal ini. Bahwa orang kafir di neraka. Namun person tertentu, kita tidak memastikan dia di neraka, karena kita tidak tahu apa akhir hidupnya, seperti apa penutup hayatnya.

Sumber: Syarah Nawaqidul Islam Syaikh Shalih Fauzan Al Fauzan

————————————————————-

سؤال1: ما هو الضّابط في تكفير المعيّن؟ حيث بعض العلماء يقول: لا تُكفِّروا الشّخص و إن كان يهوديّا بعينه،حتى تتحقق من موته على الكفر.
الجواب: هذا خلط و العياذ بالله. الكافر يُكفّر، يُحكم عليه بالكفر. من أظهر الكفر فإنّه يُحكم عليه بالكفر، من أشرك بالله يُحكم عليه بأنّه مشرك. لكن لا تَجزم له بالنّار. فيه فرق بين الجزم بالنّار و بين الحكم عليه بالكفر.
فأنت تحكم عليه بالكفر بموجب ما صدر منه.
وأمّا في الآخرة فأنت لا تحكم على معيّن بأنّه من أهل النّار، قد يكون تاب و أنتَ ما دريتَ، أو مات على التوبة و أنتَ ما دريتَ.
فهذا الذي يتكلّم هذا خَلَطَ بين الأمرين، خلط بين مسألة التّكفير و مسألة الحُكمِ بالنّار على معيّن، نعم.

سؤال2:هل يُكفّر اليهود و النصارى عمومًا أم بالتّعيين؟
الجواب:يكفّرون بالعموم و بالتّعيين، كلّ يهوديّ و كل نصرانيّ فهو كافر. لكن لا تخلط بين الحكم عليه بالكفر و الحكم عليه بالنّار بعد الموت. مصيره في الآخرة، هذا إلى الله، أنتَ ما تدري، نعم.

سؤال3: هل كلّ من كفّرناه يكون في الآخرة في النّار؟
الجواب: سمعتم الإجابة عنها، أمور الآخرة عند الله سبحانه و تعالى. الكفّار على وجه العموم في النّار، لا شكّ في هذا، أنّ الكافرين في النّار. لكنّ الأفراد المعيّنين لا نحكم عليهم بأنّهم في النّار لأنّنا لا ندري ما عاقِبَتُهُمْ و ما خاتِمَتُهم، نعم.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *