Kelezatan itu tergantung besar kecilnya kecintaan. Semakin besar kecintaan dan kerinduan kepada kekasih, sebesar itu pulalah kelezatan yang didapat saat perjumpaan.

Tapi (tahukah Anda) besar kecilnya cinta dan kerinduan juga tergantung pada ilmu dan pengetahuan.

“Semakin besar ilmu seseorang tentang kekasihnya, sebesar itu pula kecintaan dan kerinduannya.” 

(Kesimpulan):
Jika sempurnanya nikmat dan kelezatan di akhirat tergantung kepada kadar ilmu dan kuatnya kerinduan, maka barangsiapa pengetahuannya akan Allah, nama -nama dan sifat-sifat-Nya serta agama-Nya lebih besar, kecintaannya kepada Allah lebih besar juga.
Kelezatannya saat berjumpa dengan-Nya dan melihat wajah-Nya serta mendengar ucapannya jauh lebih sempurna.

Sehingga semua kelezatan, nikmat, kebahagiaan dan kesenangan jika disandingkan dengan kenikmatan ini seperti setetes air di lautan.

Maka bagaimana bisa orang yang berakal lebih mengutamakan kelezatan yang sedikit, lemah, pendek dan diikuti dengan penderitaan-penderitaan diatas kelezatan yang besar dan sempurna tiada habisnya?!

Maka kesempurnaan hamba tergantung kepada dua kekuatan ini: ilmu dan kecintaan. Dan ilmu yang tertinggi adalah pengetahuanmu tentang Allah dan kecintaan tertinggi adalah kecintaan kepadaNya. Dan besarnya kelezatan tergantung pada keduanya.

Ibnul Qayyim dalam Fawaaid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *