Reproduksi (melahirkan keturunan) akan merealisasi salah satu tujuan agung dalam objektif-objektif syariat (maqāṣid al-syarī’ah) yakni pelestarian keturunan (hifẓ al-nasl). Sedangkan pelestarian keturunan akan merealisasi keberlangsungan tujuan paling utama syariat yaitu pelestarian agama dan konservasi bangsa manusia yang menjadi sebab tegaknya agama.

Dengan reproduksi, kita akan terus dapat mempertahankan eksistensi Islam. Itulah yang akan selalu melestarikan tujuan tadi. Di masa lalu, banyak ekspansi (al-futūhāt al-islāmiyah) yang dilakukan kaum Muslim sehingga orang berbondong-bondong dan secara massive masuk ke dalam Islam.

Namun kini ekspansi tersebut telah berakhir dan tingkat masuknya kalangan non-Muslim ke dalam agama Islam menurun. Maka yang tersisa hanya upaya reproduksi demi melestarikan Islam dan menambah jumlah kaum Muslimin. Dari sini reproduksi adalah merupakan jihad di jalan Allah dan di jalan agama. Inilah maksud utama dari reproduksi dan konstruksi bangunan rumah tangga.

Tapi yang akan lebih optimal merealisasi tujuan tersebut hanyalah reproduksi edukasional (al-injāb al-tarbawī), dan bukan sekedar reproduksi biologis. Manifestasi dari reproduksi edukasional adalah dalam menumbuhkembangkan generasi salih.

Prasyarat utamanya adalah mengusahakan upaya-upaya yang dilakukan oleh kedua orangtua dalam mendidik anak-anak dengan kualitas pendidikan Islam yang kelak akan melahirkan generasi salih, muslih (senantiasa melakukan perbaikan), pengarah menuju jalan hidayah (هَادِيَةٌ), dan konsisten melakukan pembangunan untuk Umat Islam.

Hal inilah yang secara krusial kita butuhkan. Dan itulah jihad terbesar yang menuntut perhatian kita yang sangat besar karena pada dasarnya: “setiap orang dari kita adalah pemimpin dan kelak akan mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.”

_____

Penerjemah: Ust. Alee Masaid

Akurator : Fachriy Aboe Syazwiena

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *