Berikut ini penjelasan tentang taubat orang yang memaki Allah jika dia bertaubat, apakah diterima taubatnya?

 

Al Allamah Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Rahimahullah mengatakan:

Ketahuilah bahwa ulama berselisih pendapat berkenaan dengan orang yang mencaci Allah atau rasul-Nya atau kitab-Nya. Apakah taubatnya diterima? (Dalam perkara ini) ada dua pendapat.

 

Pendapat pertama: Taubatnya tidak diterima. Dan pendapat ini popular dikalangan pengikut mazhab hanbali. (Mereka mengatakan) bahkan orang ini dibunuh sebagai orang kafir, tidak dishalatkan, tidak didoakan untuknya rahmat dan dikubur ditempat yang jauh dari pekuburan muslimin walau seseorang mengatakan: bahwa dia telah taubat dan dia jatuh kepada kekeliruan. Karena para ulama mengatakan: Sesungguhnya kemurtadan ini merupakan perkara agung dan besar. Taubat tidak berguna dalam perkara ini.

 

Namun sebagian ulama mengatakan: Taubatnya diterima, jika kita mengetahui ketulusan taubatnya kepada Allah dan dia mengakui kekeliruannya kemudian dia pun kembali mensifati Allah dengan sifat-sifat keagungan. Hal ini berdasarkan keumuman  dalil-dalil yang menunjukkan akan diterimanya taubatnya. Seperti firman Allah Ta’aala:

((Katakanlah (wahai Muhammad): Wahai hamba-hambaKu yang berlebihan terhadap diri-diri mereka sendiri, jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa seluruhnya)) Qs. Az-Zumar: 53

 

Dan diantara orang-orang kafir ada yang mencaci Allah, namun demikian taubat mereka tetap diterima. Dan inilah pendapat yang benar. Hanya saja berkenaan dengan mencaci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jika bertaubat, taubatnya diterima tapi tetap wajib membunuhnya. Hal ini berbeda dengan perkara mencaci Allah, sesungguhnya jika orang itu bertaubat maka taubatnya diterima dan tidak dibunuh. Bukan karena hak Allah lebih rendah dari hak Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Tapi semata-mata karena Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa dia memaafkan jika seorang hamba bertaubat kepada-Nya, bahwa Dia mengampuni dosa-dosa seluruhnya.

 

Al Qaulul Mufid (2/268)

 

قال العلاَّمة ابن عثيمين رحمه الله : ثم اعلم أن العلماء اختلفوا فيمن سب الله أو رسوله أو كتابه: هل تقبل توبته؟ على قولين:
القول الأول: أنها لا تقبل، وهو المشهور عند الحنابلة، بل يقتل كافرا، ولا يصلى عليه، ولا يدعى له بالرحمة، ويدفن في محل بعيد عن قبور المسلمين، ولو قال: إنه تاب أو إنه أخطأ; لأنهم يقولون: إن هذه الردة أمرها عظيم، وكبير، لا تنفع فيها التوبة.
وقال بعض أهل العلم: إنها تقبل؛ إذا علمنا صدق توبته إلى الله، وأقر على نفسه بالخطأ، ووصف الله تعالى بما يستحق من صفات التعظيم، وذلك لعموم الأدلة الدالة على قبول التوبة; كقوله تعالى: {قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً} [الزمر: من الآية53]، ومن الكفار من يسبون الله، ومع ذلك تقبل توبتهم. وهذا هو الصحيح، إلا أن سابَّ الرسول صلى الله عليه وسلم تقبل توبته ويجب قتله، بخلاف من سب الله; فإنها تقبل توبته ولا يقتل، لا لأن حق الله دون حق الرسول صلى الله عليه وسلم، بل لأن الله أخبرنا بعفوه عن حقه إذا تاب العبد إليه؛ بأنه يغفر الذنوب جميعا .
القول المفيد 2 / 268

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *