Ucapan Laa Ilaaha Illallah Bukan Jaminan Yang Mengucapkannya Terbebas dari Kesyirikan!!

Penulis Subulus Salam Al Imam As-Shan’aani dalam Tath-hiir Al I’tiqaad (Hal 100):

Dan demikianlah, setiap yang menampakkan tauhid, wajib menahan diri darinya, sampai tampak padanya bahwa ia telah melanggarnya. Tapi kapan tampak darinya pelanggaran terhadap tauhid, maka sekedar mengucapkan kalimat ini (Laa ilaaha Illallah), tidak lagi berguna baginya.

Oleh karena itu kalimat ini tidak berguna bagi Yahudi dan tidak berguna bagi Khawarij padahal mereka (Khawarij) adalah orang-orang yang rajin mengerjakan ibadah. Sampai-sampai para shahabat merasa kurang ibadahnya jika disandingkan dengan ibadah mereka.

Maka jelaslah bahwa sekedar (mengucapkan) kalimat tauhid bukan penghalang akan adanya kesyirikan dari yang mengucapkannya, disebabkan perbuatannya melanggar tauhid seperti peribadatan kepada selain Allah.

sajen kepala kambing

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan warga Pondok Ranggon berjalan kaki mengarak lima kepala kambing, Jumat (18/11). Kelima kepala kambing itu disebarkan ke lima wilayah perbatasan Kelurahan Pondok Ranggon dengan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari pesta rakyat bertajuk “Hajat Bumi Kramat Ganceng”.

Setelah mengarak kepala kambing, warga kembali ke lokasi sekitar Makam Keramat Embah Uyut Embah Kudung, di RT 001/RW 01 Kelurahan Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur. Di sini lah mereka ramai-ramai berkumpul mengikuti pesta rakyat yang meriah. Ada tari topeng, jaipongan, wayang golek dan panjat pinang. Suasana semakin ramai dengan adanya ratusan atau mungkin ribuan pedagang yang memadati kiri-kanan jalan sekitar makam.

Ketua Panitia Hajat Bumi Kramat Ganceng, Boim Diman, menuturkan kegiatan Hajat Bumi Kramat Ganceng merupakan kegiatan selamatan atau syukuran Kampung Pondok Ranggon yang rutin dilakukan warga setempat sejak jaman dulu secara turun temurun. Tradisi ini dilakukan setiap tahun, setelah selesai Ibadah Haji atau Idul Adha.

“Kegiatan ini awalnya merupakan ungkapan syukur atas segala nikmat dan karunia Allah SWT atas hasil bumi warga Pondok Ranggon dan sekitarnya,” kata Boim yang juga merupakan Pini Sepuh (tokoh masyarakat) warga Pondok Ranggon.

Menurut Boim, selain warga dari Kelurahan Pondok Ranggon, kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (20/11) ini, juga diikuti masyarakat Betawi dari Kelurahan Munjul, Cipayung, Cilangkap, Bambu Apus, Setu dan Lubang Buaya, serta Kelurahan yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat seperti Jati Raden, Jati Ranggon, Jati Sampurna dan Harja Mukti.

“Kegiatan Hajat Bumi atau Selamatan Kampung ini dilaksanakan di Makam Keramat Embah Uyut Embah Kudung yang diyakini dan dipercaya sebagai leluhur warga Pondok Ranggon dan sekitarnya,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, lanjut Boim, kegiatan Hajat Bumi Kramat Ganceng mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan syiar Islam di Pondok Ranggon. Kegiatan bernuansa Islami seperti pengajian oleh Majelis Taklim, pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa kini lebih diutamakan.

Seperti yang dilakukan Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang juga hadir dalam acara tasyakuran Hajat Bumi Kramat Ganceng, Kamis (17/11) malam. Pada kesempatan ini, gubernur yang didampingi Walikota Jakarta Timur, Murdhani, dan Camat Cipayung, Ali Murthado, menyerahkan bantuan Rp50 juta untuk pembangunan pagar tanah wakaf makam Kramat Ganceng.

Menurut gubernur, kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT, dan merupakan momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kepedulian kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa. Selain tentunya, mengangkat kembali seni tradisional Betawi yang sempat mengalami kemunduran seperti Topeng Betawi, Panjat Pinang dan Wayang Golek.

“Maka suatu kehormatan bagi saya dapat hadir bersilaturahim dengan para alim ulama, habib, tokoh masyarakat dan pemuda untuk bersama-sama melaksanakan tasyakuran Hajat Bumi Kramat Ganceng Tahun 2011 di Kelurahan Pondok Ranggon ini,” kata gubernur.

(yulian/sir)

http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/18/ribuan-warga-arak-5-kepala-kambing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *