Imam Ash-Shan’ani Rahimahullah mengatakan:

Setiap negeri memiliki kuburan (sesembahan) yang mereka seru (selain Allah):

– penduduk Irak dan India menyeru Abdulqadir Jailani.
– penduduk Tahamah, masing-masing kampung memiliki orang mati yang mereka seru dan panggil-panggil (selain Allah). Mereka memanggil: Wahai Zaila’i! Wahai Ibnul Ajiil!
– penduduk Makkah memanggil: Wahai Ibnu Abbas!
– penduduk Mesir memanggil: Wahai Rifa’i! Wahai Badawi! Wahai Saadah Bakriyah!
– penduduk Jibal memanggil: Wahai Aba Thair!
– penduduk Yaman memanggil: Wahai Ibnu ‘Alwan!

Pada setiap kampung ada orang mati yang mereka panggil-panggil (namanya) mengharap dari mereka kebaikan dan dijauhkan dari kejelekan. Dan inilah perbuatan orang-orang musyrikin (Makkah) terhadap berhala-berhala mereka.

(Tath-hiir Al I’tiqaad karya Imam Shan’aani w. 1182 H)

Jakarta – Jarum jam baru saja beranjak dari angka 00:00 di Masjid At-Taubah, Jalan Rajawali Timur II Nomor 70 RT 003/08 Kelurahan Rajawali, Kecamatan Pancoran, Jakarta selatan, Senin (03/03/2014). Malam pun berganti dengan dini hari. Keramaian masih tampak di masjid yang satu kawasan dengan pemakaman tersebut.

Ada yang datang, ada juga yang pulang, silih berganti, menunjukkan bahwa aktivitas belum berhenti. Kawasan itu merupakan makam keramat Habib Ahmad bin Alwi Alhaddad atau lebih dikenal dengan sebutan Habib Kuncung.

Makam Habib Kuncung, yang dikelilingi makam keluarga Habib Abdullah bin Ja’far Alhaddad, berada tepat di sisi kanan masjid, di dalam satu bangunan yang tidak terlalu besar.

Di sebelah pintu masuk terdapat tiga gentong berisi air. Sekitar belasan orang tengah khusyuk berziarah. Sepasang lelaki dan perempuan berdiri di depan pintu sembari menengadahkan tangan. Di sebelahnya, ada dua orang sedang mengaji. Sementara yang di dalam ruangan, duduk di sekeliling makam yang ditutupi kelambu tersebut.

Joko, 40, seorang sopir sebuah perusahaan travel, duduk sendirian di bangku sebuah warung yang telah tutup. Ia sedang menunggu pelanggannya yang sedang berziarah. Pelanggannya bukan orang sembarangan, tapi seorang calon anggota legislator yang akan bertarung pada pemilihan umum 9 April mendatang.

Tidak hanya itu, caleg DPRD itu juga merupakan istri dari seorang kepala daerah di Manado. “Nganter tamu, dia caleg,” kata Joko saat berbincang dengan detikcom, Selasa (04/03/2014) dini hari

Joko menjelaskan ada tiga tempat pemakaman yang dikunjungi pada malam itu. Sebelum berziarah di makam Habib Kuncung, ia juga mengantar sang tamu berziarah ke makam di Masjid Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara. Sedangkan makam terakhir yang akan dikunjungi adalah makam Syekh Alhawi di Jalan Condet Raya, Jakarta Timur. Tiga makam itu merupakan tiga makam yang dikunjungi tamu dari berbagai daerah di Indonesia.

Pria yang sudah 10 tahun menjadi sopir travel ini mengungkapkan selama tahun 2014 ini, ia telah banyak mengantarkan tamu dari berbagai daerah di Indonesia yang notabene caleg ke makam Habib Kuncung. Seperti caleg dari Kalimantan, Aceh, Jawa Tengah, dan lainnya.

Seluruh caleg itu meminta diantar berziarah ke tiga makam tersebut. “(Tahun 2014 ini) banyak caleg yang saya antar, dari daerah-daerah. Mau nyaleg, ziarah dulu ke makam,” kata Joko menuturkan.

Tidak hanya pada 2014 ini, Joko menambahkan, pada Pemilu 2009 lalu pun demikian. “Banyak caleg yang saya antar,” ujarnya. Bahkan, peziarah yang ia antar pada 2009 lalu itu kini duduk sebagai anggota DPR. “Dia dari Sulawesi, saya lupa partainya.”

Seorang pedagang di areal tersebut menyebutkan peziarah makam Habib Kuncung pada menjelang dan tahun 2014 ini banyak yang berasal dari kalangan partai politik. Tidak hanya dari Jakarta, tapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. “Iya banyak (caleg). Ya ngambil berkahnya, tergantung niat masing-masing sih,” ujarnya.

Adapun caleg DPRD DKI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Darussalam, 37, tidak menyangkal kalau dirinya pernah berkunjung ke beberapa makam keramat di Jakarta. Selain makam Pangeran Jayakarta, beberapa makam keramat di ibu kota yang lazim dikunjungi antara lain Mbah Priok dan Habib Kuncung. “Minimal kita sowan, silaturahmi, dan minta doa restu mau maju,” kata Alam kepada detikcom, Ahad (02/03/2014).

http://news.detik.com/read/2014/03/04/113455/2514597/10/kuburan-keramat-diserbu-caleg?nd771104bcj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *