Kami minta dari Fadhilatus-Syaikh nasihat kepada anak-anak didik para penuntut ilmu seputar polemik diantara mereka tentang masalah udzur bil jahl?

Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan berkata:

Zaman sekarang tidak ada kejahilan, Alhamdulillah. Orang-orang sudah belajar. Kalian (kan) bilang orang-orang berpendidikan, sudah belajar dstnya…maka tidak ada kejahilan sekarang. Al Qur’an diperdengarkan ditelinga manusia di timur dan barat, dan disiarkan melalui media informasi. Dengan Al Qur’an hujjah tegak “Dan diwahyukan kepadaku Al Qur’an ini, agar aku beri peringatan kepada kalian dengannya dan orang-orang yang sampai (kepada mereka Al Qur’an)” bukankah Al Qur’an telah sampai?!! Demi Allah, Al Qur’an telah sampai timur dan barat, Al Qur’an masuk ke rumah-rumah, pedalaman-pedalaman dan masuk kesemua tempat. Maka hujjah telah tegak, Alhamdulillah.

Akan tetapi orang yang berpaling darinya, orang ini tidak bisa mengelak. Adapun orang yang menyambutnya dan ketika ia mendengar Al Qur’an, ia pun berpegang dengannya dan mencari tafsirannya yang benar dan petunjuk-petunjuknya, berpegang dengannya orang ini tidak berada diatas kejahilan, alhamdulillah.

Masalah udzur bil jahl ini datang hanya dari kelompok Murji’ah yang mengatakan bahwa amal bukan bagian dari iman. Kalau ada seseorang yang tidak beramal, maka ia mukmin. Ini madzhab batil. Hujjah tegak dengan diutusnya Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam “Rasul-rasul (kami utus) membawa kabar gembira dan peringatan. Agar tidak ada bagi manusia hujjah setelah (diutusnya) para rasul”, “Dan diwahyukan kepadaku Al Qur’an ini agar aku beri peringatan kepada kalian dan orang-orang yang sampai (kepada mereka Al Qur’an)” rasul telah datang, Al Qur’an ada dan tetap tinggal dan kita mendengarnya, membacanya, maka tidak ada tempat bagi kejahilan. Kecuali orang yang tidak mau tahu, berpaling. Orang yang berpaling tidak ada alasan baginya. Adapun orang yang mencintai ilmu dan mencarinya, InsyaAllah ia akan mendapati ilmu yang benar. Na’am.

Pertemuan para penuntut ilmu dari Kuwait dengan Asy-Syaikh Shalih Al Fauzan. Tanggal 21-9- 2013

https://www.youtube.com/watch?v=vBCYyjeml4A

نود من فضيلتكم توجيه أبناءكم الطلاب حول الجدل الحاصل بين طلبة العلم حول مسألة العذر بالجهل؟

الشيخ صالح الفوزان: اليوم ما فيه جهل ولله الحمد، تعلم الناس، أنتم تقولون الناس مثقفون وتعلموا والناس والناس .. فما فيه جهل الآن ، الكتاب يتلى على مسامع الناس في المشارق والمغارب وتبثه وسائل الإعلام، القرآن تقوم به الحجة ((وأوحي إلى هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ)) هل ما بلغ القرآن؟!! والله إنه بلغ المشارق والمغارب ودخل البيوت ودخل في الكهوف وفي كل مكان، فقامت الحجة والحمد لله، لكن من أعرض عنها فهذا لا حيلة فيه ، أما من أقبل عليها ولما سمع القرآن تمسك به وطلب تفسيره الصحيح وأدلته وتمسك بها فهذا ما يبقى على الجهل والحمد لله ، مسألة العذر بالجهل هذه إنما جاءت من المرجئة الذين يقولون إن العمل ليس من الإيمان ، لو الإنسان ما عمل هو مؤمن، هذا مذهب باطل ؛ الحجة قائمة ببعثة الرسول صلى الله عليه وسلم ( رسلاً مبشرين ومنذرين لئلا يكون للناس على الله حجة بعد الرسل)) القرآن: ((وأوحي إلى هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ)) فالرسول جاء الرسول، والقرآن موجود وباقي ونسمعه ونقرأه ، فما للجهل مكان إلا إنسان ما يريد العلم ، معرض، فالمعرض لا حيلة فيه، أمامن أحب العلم وأقبل عليه فسيجد إن شاء الله العلم الصحيح، نعم.[من لقاء بعض طلبة العلم من الكويت مع الشيخ صالح الفوزان بتاريخ: 21-9-2013]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *