KUBURAN 041

Belasan warga Desa Ggempolsewu Kecamatan Rowosari mendatangai pengurus Masjid Jami At Taqwa memprotes pembangunan makam yang berada di dalam lingkungan masjid. Warga mengaku takut menjadi sirik, dengan adanya bangunan makan di sekitar masjid dan meminta untuk di bongkar.
Makam di sekitar masjid tersebut diakui takmir masjid sebagai bekas makam wali Ki Ageng Abu Muqodim. Namun warga sekitar protes, pasalnya sejak dulu tidak pernah ada makam dilahan lingkungan masjid tersebut bahkan dulunya adalah sawah rawa bukan makam.
Salah satu ahli waris wali Ki Ageng Abu Muqodim , Zaidun mengaku tidak tau kalau disitu ada makam karena dalam sejarah tidak dimakamkan disitu. Dan di lingkunga tersebut sejak nenek moyangnya tidak ada makam sebelum di dirikam masjid.
“Saya tidak tahu jika ada makam di sana karena menurut orangtua saya Ki Ageng Abu Muqodim tidak dimakamkan di Rowosari, “ katanya.
Semantara Supriyadi salah satu warga setempat menanyakan pada pengurus takmir masjid kenapa baru saat ini di bangun makam. Padahal di situ tidak ada makam Ki Ageng Mukodim, bahkan sejak dia masih anak anak dan sering tidur di masjid di lokasi tersebut adalah sawah ber rawa bukan makam.
“Warga meminta agar bangunan makam yang akan di keramatkan di bongkar sebab akan menimbulkan sirik. Sebab di situ bukan makam melainkan bangunan yang di beri batu nisan seakan itu adalah makam Ki Ageng Abu Mukodim,” jelas Supriyadi.
Sedangkan pengurus takmir masjid meyakini bahwa di tempat itu adalah makam Ki Ageng Mukodim. “ Apalagi hat tersebut di kuatkan oleh beberapa kyai dan tokoh agama dari berbagai daerah malakukan taseh atau sisilah keturunan Ki Ageng Abu Mukodim. Dan di situlah makamnya di lihat dari indra ke enam namun secara ilmiah memang belum di lakukan kajian,” jelas Pujirudianto, pengurus takmir masjid.
Pembangunan makam palsu tersebut menelah dana APBD sebesar Rp 46 juta dan rencananya usai di banguan akan di pakai untuk khaul auat tempat berdoa. (03)

Sumber: http://www.beritakendal.com/2014/01/04/takut-sirik-warga-protes-makam-di-masjid/#comment-4214

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *